Pertamina Pastikan Aset Migas di Venezuela Tak Terdampak Konflik Amerika

Tampak kilang minyak milik Pertamina Indonesia di luar negeri. Foto/Dok Hulu Migas

kaltengindependen.id, Jakarta — PT Pertamina (Persero) memastikan aset minyak dan gas bumi yang terafiliasi dengan perusahaannya di Venezuela tetap aman di tengah memanasnya situasi politik dan keamanan negara tersebut setelah intervensi Amerika Serikat. Kepastian itu disampaikan melalui anak usaha Pertamina, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

PIEP memiliki keterkaitan bisnis di Venezuela melalui kepemilikan saham mayoritas sebesar 71,09 persen pada perusahaan migas internasional Maurel & Prom (M&P). Salah satu aset yang dikelola M&P diketahui beroperasi di negara Amerika Latin yang dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia tersebut.

Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menegaskan hingga saat ini tidak ada gangguan terhadap operasional maupun keselamatan pekerja di lapangan.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Dhaneswari dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 4 Januari.

Menurut dia, PIEP terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap dinamika politik dan keamanan yang berkembang di Venezuela. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian perusahaan dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan keselamatan seluruh personel.

Selain itu, PIEP juga menjalin koordinasi secara berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. “Koordinasi dengan KBRI menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan aspek keselamatan dan operasional tetap terjaga,” ujarnya.

Adapun portofolio Maurel & Prom di Venezuela meliputi kepemilikan 50 persen saham di Iberoamerica Petroregional pada lapangan Urdaneta West. Dari kepemilikan tersebut, sekitar 40 persen produksi—atau setara 32 persen bersih—menjadi hak M&P.

Selain itu, M&P juga terlibat dalam pengelolaan Blok 70/80 melalui perusahaan Legopetrol dengan kepemilikan saham sebesar 10 persen. Blok tersebut mencatatkan produksi sebesar 26,35 persen, dengan porsi bersih yang menjadi hak M&P sekitar 2,635 persen.

Pertamina menegaskan akan terus memantau situasi global yang berpotensi memengaruhi investasi luar negeri, sekaligus memastikan seluruh aset strategis perusahaan tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Redaktur
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup